Banyak orang ingin berubah menjadi lebih baik.
Ingin karier yang berkembang, hubungan yang lebih sehat, keluarga yang lebih baik, atau sekadar ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari dirinya yang kemarin.
Akhir-akhir ini, saya juga semakin sering melihat kata “bertumbuh” digunakan di berbagai konten media sosial. Kita mengatakan sedang bertumbuh. Kita mengajak orang lain untuk terus bertumbuh. Bahkan, ketika melewati sesuatu yang sulit, sering kali kita mengatakan, “Setidaknya aku sudah bertumbuh dari pengalaman ini.”
Saya pun menggunakan kata itu.
Sampai suatu ketika saya bertanya kepada diri sendiri:
Sebenarnya, bertumbuh itu apa?
Apakah setiap perubahan yang kita lakukan berarti kita sedang bertumbuh?
Apakah melewati pengalaman sulit otomatis membuat kita bertumbuh?
Atau jangan-jangan, kita hanya sedang berubah?
Pertanyaan ini kembali muncul ketika saya membaca buku Self-Coaching karya mas Darmawan Aji. Di dalam buku tersebut saya menemukan sebuah kerangka tentang tiga level perubahan: Change, Learn, dan Grow.
Tiga Level Perubahan: Change, Learn, Grow
Secara sederhana, ketiganya dapat dipahami sebagai:
- Change — apa yang kita lakukan.
- Learn — bagaimana kita melakukannya.
- Grow — mengapa kita melakukannya.
Ketiganya terlihat sederhana, tetapi ketika direnungkan, ternyata memiliki kedalaman yang berbeda.
Bayangkan kita ingin membangun sebuah kebiasaan baru.
Misalnya, kita ingin mulai berolahraga.
Sebelumnya, setiap akhir pekan kita lebih sering rebahan. Kemudian kita memutuskan untuk mengubahnya. Kita mulai jogging setiap pagi.
Ini adalah Change.
Kita mengubah apa yang kita lakukan.
Namun, beberapa waktu kemudian kita mulai merasa bosan dengan jogging. Akhirnya kita mencoba olahraga lain. Mungkin bersepeda, berenang, mengikuti kelas olahraga, atau pergi ke gym.
Di sini kita mulai masuk ke Learn.
Kita mencari tahu bagaimana cara melakukan sesuatu yang lebih sesuai dengan diri kita. Kita bereksperimen, mencoba cara yang berbeda, dan belajar dari apa yang berhasil maupun tidak berhasil.
Tetapi pertanyaannya belum selesai.
Mengapa saya perlu berolahraga?
Ketika pertanyaan ini mulai muncul, kita bergerak lebih dalam menuju Grow.
Bukan lagi sekadar apa yang kita lakukan.
Bukan hanya bagaimana cara melakukannya.
Tetapi mengapa hal itu penting bagi kita?
Apa yang sebenarnya kita anggap penting?
Apa yang kita yakini?
Pribadi seperti apa yang ingin kita menjadi?
Di titik ini, perubahan tidak lagi sekadar berbicara tentang perilaku. Ada sesuatu yang berubah di dalam diri kita: cara berpikir, cara memandang sesuatu, nilai yang kita pegang, dan alasan di balik tindakan kita.
Di situlah, menurut saya, proses bertumbuh mulai terasa berbeda.
Ketika perubahan tidak berhenti pada perilaku
Saya teringat pada satu hal sederhana dalam kehidupan saya sendiri: kerapihan.
Sejak kecil, saya bukan orang yang terlalu menyukai kerapihan.
Membereskan tempat tidur, merapikan kamar, atau membersihkan rumah sering kali membutuhkan energi yang cukup besar bagi saya. Kalau ada pilihan antara membereskan kamar atau melakukan aktivitas lain, saya mungkin akan memilih aktivitas lain terlebih dahulu.
Saya bisa saja memaksa diri untuk berubah.
Misalnya, membuat jadwal membersihkan kamar setiap pagi.
Itu adalah perubahan perilaku.
Tetapi apakah saya akan terus melakukannya?
Belum tentu.
Saya bisa membuat jadwal baru ketika jadwal lama tidak berhasil. Saya bisa mencoba metode lain. Saya bisa mencari cara membersihkan rumah yang lebih praktis.
Tetapi pada akhirnya, ada pertanyaan yang lebih mendasar yang perlu saya jawab:
“Mengapa saya perlu menjaga kerapihan?”
Ketika saya mulai melihat bahwa ruangan yang bersih dan rapi ternyata membuat saya merasa lebih nyaman, lebih mudah fokus, dan lebih produktif, cara pandang saya terhadap kerapihan pun mulai berubah.
Saya tidak lagi sekadar membereskan kamar karena “seharusnya memang begitu.”
Saya melakukannya karena saya memahami manfaatnya bagi diri saya.
Kebersihan ternyata memberikan rasa nyaman.
Kerapihan membantu saya bekerja dengan lebih fokus.
Ruangan yang tertata juga memengaruhi suasana hati saya.
Akhirnya, saya belajar membereskan rumah, ruangan kerja, dan kamar tidur bukan hanya sebagai sebuah tugas, tetapi sebagai bagian dari cara saya merawat diri dan menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan yang ingin saya jalani.
Mungkin di situlah letak perbedaannya.
Saya tidak hanya sedang mengubah kebiasaan.
Saya sedang mengubah cara saya memandang kebiasaan tersebut.
Jadi, apakah kita sudah bertumbuh?
Saya rasa pertanyaan ini tidak selalu bisa dijawab hanya dengan melihat apa yang sudah kita lakukan.
Kita mungkin sudah mengganti pekerjaan.
Sudah mulai olahraga.
Sudah membaca lebih banyak buku.
Sudah belajar mengatakan “tidak”.
Sudah meninggalkan hubungan yang tidak sehat.
Sudah mencoba menjadi lebih disiplin.
Semua itu adalah perubahan yang penting.
Tetapi mungkin kita juga perlu sesekali bertanya lebih dalam:
Apa yang sebenarnya berubah di dalam diri saya?
Apa yang sekarang saya pahami dan dulu belum saya pahami?
Apa yang sekarang saya yakini dan dulu belum saya yakini?
Apa yang menjadi lebih penting bagi saya?
Dan yang paling penting:
Mengapa saya memilih untuk melakukan semua ini?
Karena mungkin bertumbuh bukan sekadar tentang menjadi seseorang yang melakukan lebih banyak hal.
Bertumbuh bisa jadi tentang menjadi seseorang yang memahami dirinya dengan lebih baik, mengetahui apa yang penting baginya, dan kemudian menjalani hidup berdasarkan pemahaman tersebut.
Jadi, kalau hari ini kamu sedang ingin berubah menjadi lebih baik, mungkin tidak apa-apa untuk memulainya dari perubahan kecil.
Ubah apa yang kamu lakukan.
Pelajari bagaimana cara melakukannya.
Lalu, ketika sudah berjalan, berhenti sejenak dan tanyakan kepada dirimu:
“Mengapa ini penting bagiku?”
Barangkali, jawaban dari pertanyaan itu akan membawamu pada perubahan yang jauh lebih dalam.
Dan mungkin, di sanalah proses bertumbuh benar-benar dimulai.
Kalau kamu sedang ingin mengubah sesuatu dalam dirimu untuk bertumbuh, apa yang ingin kamu ubah?